Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GMBR Akan Aksi Unjuk Rasa Kepung Istana, ini Persoalannya!

Jumat, 20 Mei 2022 | Mei 20, 2022 WIB Last Updated 2022-05-20T16:31:23Z


Morotainews.com - Jakarta - Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (GMBR) mendesak pemerintah Indonesia untuk menuntaskan masalah minyak goreng yang dianggap ada keterlibatan mafia didalamnya.


Kordinator Nasional GMBR, Ja'far mengungkapkan bahwa gejolak harga minyak goreng sawit dan minyak goreng curah kian menyengsarakan rakyat.


"Harga yang melambung tinggi membuat masyarakat selaku konsumen tidak berdaya," ungkapnya, jum'at (20/05).


Ja'far melanjutkan bahwa Pemerintah seolah tak berdaya menghadapi para mafia minyak goreng yang hingga kini masih misterius keberadaannya.


"Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan serta Wamen Perdagangan tidak berdaya menghadapi kepentingan korporasi dan gagal mengendalikan harga minyak goreng yang berakibat daya beli masyarakat menurun karena tak mampu dari sisi keuangan," terangnya.


"Keputusan pencabutan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dan menyerahkan harga pada mekanisme pasar membuktikan bahwa  para Menteri tersebut tidak mampu bekerja untuk mengendalikan semua harga minyak goreng, dan bahkan cenderung tunduk terhadap kemauan kartel dan para mafia koorporasi minyak goreng," lanjutnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa 


Ja'far dalam pernyataannya mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo harus mengevaluasi bahkan bila perlu memecat Menteri yang dianggap gagal mengungkap otak dibalik melambungnya harga minyak goreng.


Kami yang tergabung dalam GM-BR Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat meminta kepada Presiden RI untuk Mencopot Menko Perekonomian Yang Tak BECUS Mengatasi Kelangkaan Minyak Goreng Yang Mengakibatkan Krisis, Menteri Perindustrian Yang GAGAL Kendalikan Harga Minyak Goreng Sawit dan Harga Minyak Goreng Curah di Pasaran dan Menteri Perdagangan dan Wakil Menteri Perdagangan Yang Tak MAMPU Menjaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Dalam Negeri, Justru Malah Terlibat Dalam Praktek Mafia Migor Dengan Menerbitkan Persetujuan Eksport CPO," tegasnya.


"Apa Artinya Harga Eceran Tertinggi/HET Yang Telah Ditetapkan Dalam Peraturan, Jika Para Menteri Tersebut Masih Tunduk Kepada Para Kartel Mafia Minyak Goreng," katanya.


Ja'far juga mengatakan bahwa GMBR akan melakukan aksi besar - besaran depan istana merdeka jika tuntutan mereka ini tak diindahkan Presiden.


"Kami akan melakukan aksi besar - besaran hari rabu 25 Mei 2022 di depan Istana Merdeka jikalau tuntutan kami ini tak diindahkan Presiden Joko Widodo," tutupnya.

×
Berita Terbaru Update